Tips Menjaga Awet Muda

Siapa yang tidak ingin terlihat awet muda, semua orang yang sudah berumur
atau sudah ada kerutan di wajahnya pasti ingin terlihat awet muda. Ada beberapa langkah
yang anda bisa ikuti untuk bisa awet muda. Sejak zaman dahulu, rahasia untuk awet muda
dan tetap sehat selalu dicari orang, baik pria maupun wanita. Berbagai penelitian dilakukan
para pakar untuk menemukan teknik yang dinilai paling efektif. Namun apapun teknik yang
ditawarkan, untuk mendapatkan hasil terbaik tetap dibutuhkan usaha yang konsisten dalam
memperbaiki pola hidup dan pola makan.
Memang hal itu tidak mudah, membutuhkan usaha keras dan ketekunan. Namun demikian,
bukan tidak mungkin dilakukan. Berikut ini ada beberapa langkah praktis untuk membentuk
penampilan awet muda. Tentu saja anda tidak harus melakukannya sekaligus, tetapi bisa
bertahap. Mulailah dari yang paling mudah.
Menurut Gary Null,Ph.D. dalam bukunya The Ultimate Anti Aging Program, detoks adalah
langkah pertama yang perlu dilakukan sebelum memulai program menuju sehat dan awet
muda. Karena salah satu penyebab utama terjadinya penuaan dan penyakit adalah
penumpukan toksin di lingkungan sekitar dan di dalam tubuh kita. Sebenarnya tubuh kita
secara alami telah melakukan detoksifikasi (pengeluaran racun tubuh) secara teratur, seperti
ketika buang air kecil dan buang air besar.
Tapi sayangnya, setiap saat kita selalu terpapar polusi dan bahan-bahan kimia yang masuk
lewat udara, makanan dan lingkungan. Ibadah puasa jika dijalankan dengan benar,
sebenarnya juga merupakan proses detoksifikasi. Bahkan pembersihan yang terjadi tidak
hanya bersifat lahir tapi juga batin. Tentunya tak perlu langsung melakukan detoks selama 2
minggu. Untuk permulaan, anda bisa mencobanya selama 2-3 hari dulu, pada akhir pekan.
Tidur yang nyenyak itu menyehatkan, di samping menyegarkan tubuh dan jiwa. Orang yang
kurang tidur cenderung melemah daya tahan tubuhnya dan mudah terkena penyakit.
Gangguan tidur bisa mengganggu konsentrasi, daya ingat, dan kreativitas. Sementara
kelelahan ang timbul akibat tidak cukup tidur bisa menimbulkan iritasi dan ketidakseimbangan
emosi, Juga berhubungan dengan banyaknya kasus kecelakaan. Tidur yang nyenyak sangat
penting untuk penampilan yang awet muda.
Sebab selama tidur, tubuh akan mengeluarkan hormon pertumbuhan yang berfungsu
memperbaiki dan memperbaharui jaringan serta sel-sel tubuh, termasuk kulit. Dengan begitu
terjadi peremajaan pada sel-sel tubuh, kulit dan jaringan. Umumnya orang tidur selama 8 jam
sehari, tapi ada juga orang yang merasa cukup tidur 6 atau 7 jam sehari. Hal itu tidak
menjadi masalah. Namun bila Anda mengalami sulit tidur, jangan buru-buru mencari obat
tidur. Cobalah atasi dulu dengan melakukan autohypnosis atau latihan relaksasi sebelum tidur.
Kebiasaan memilih makanan yang baik seitap hari tidak hanya membuat kita sehat dan
langsing, tapi juga nampak lebih muda. Agar lebih mudah membiasakan diri memilih makanan
yang segat, gary Null menyarankan untuk membuat catatan harian dan menuliskan makanan
yang kita makan setiap hari. Secara praktis, panduan makanan yang disarankannya untuk
muda yaitu:
1. Mengurangi mengkonsumsi daging merah dan meningkatkan konsumsi ikan.
2. Jika perlu tambahan protein, lebih baik mengkonsumsi kacang-kacangan.
3. Mengkonsumsi makanan berserat yang kandungan seratnya mencapai 4-50 gram sehari.
4. Setiap hari sebaiknya menkonsumsi 1-3 porsi sayuran dari keluarga kol seperti brokoli,
brussel sprout,kol atau
kembang kol.
5. Minum 2-4 gelas jus sayuran hijau setiap hari. Ada baiknya jus tersebut ditambah dengan
sedikit jahe dan
ekstrak lidah buaya.
6. Minum air putih dan jus buah setidaknya 2-3 litar setiap hari.
7. Mengkonsumsi seminimal mungkin minuman berkafein seperti kopi dan teh, minuman
mengandung soda,gula
putih dan makanan olahan pabrik yang terbuat dari terigu.
8. Menggunakan lemak sehat seperti minyak zaitun.
9. Mengkonsumsi berbagai suplemen dan herba anti penuaan seperti vitamin B kompleks,
asam folat, vitamin E,
vitamin C, bawang putih, evening primrose oil, ginko biloba, dan lain-lain.
Pada dasarnya anda harus mengkonsumsi semua jenis nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Jika
ingin mengetahui apakah tubuh anda kekurangan salah satu atau beberapa unsur nutrisi anda
bisa melakukan tes laboratorium.
Jika anda belum terbiasa berolahraga, mulailah dari sekarang. Menurut Miriam E, Nelson
PH.D, penulis buku Strong Women Stay Young yang memang meneliti pengaruh olahraga dan
gizi pada tulang wanita di Tufts University School of Nutrition, Amerika. wanita umumnya
mulai menyusut kepadatan tulang dan ototnya sekitar 40 tahun. Sebagian penyebabnya
adalah karena kurang berolahraga. Tulang dan otot yang tidak dilatih memang mudah
mengalami penyusutan.
Begitu tulang dan ototnya menua, wanita biasanya semakin kurang aktif dibanding
sebelumnya. Padahal dengan latihan yang tepat dan teratur, proses yang akan terjadi justru
sebaliknya, kepadatan tulang dan otot sedikit demi sedikit justru bertambah. Sehingga tubuh
bisa nampak 15 hingga 20 tahun lebih muda. Secara emosi, biasanya orangnya juga menjadi
lebih bahagia, energik dan percaya diri. Manfaat lainnya adalah meningkatkan keseimbangan
dan fleksibilitas tubuh, mencegah osteoporosis serta melangsingkan dan mengencangkan
tubuh.
Mengenai jenis olahraga yang disarankan, menurutnya tidak cukup olahraga aerobik seperti
berjalan dan berlari santai, bersepeda, atau berenang saja, tapi perlu juga melakukan senam
dengan menggunakan beban.
Relaksasi:
Belajarlah untuk rileks, karena berdasarkan penelitian yang dilakukan di Inggris, kecemasan
bisa membuat wajah nampak menua dalam hitungan bulan. Tapi dengan belajar rileks dan
mengelola stres dengan baik, wajah bisa nampak kembali muda. Stres juga membuat wajah
nampak tegang. Karena itu, mengelola stres dengan baik akan membuat raut wajah anda
nampak lebih tenang dan damai. Dengan sendirinya anda akan tampak lebih muda dan lebih
menarik. Karena itu pelajari teknik-teknik yang bisa membuat anda rileks seperti taichi,
meditasi, yoga, atau cobalah tekuni kegiatan-kegiatan yang memang merupakan hobi anda
seperti berkebun, melukis, bermain musik, atau lainnya.
Menjaga pikiran positif:
Pikiran yang positif akan meningkatkan energi dan membawa hal-hal yang positif
dalam kehidupan. Sedangkan pikiran-pikiran dan afirmasi negatif cenderung melelahkan dan
berpotensi menimbulkan kegagalan. Selain itu juga membuat anda lebih cepat tua dan tidak
menarik. Karena itu, anda juga perlu sering melakukan detoks secara mental. berlatihlah
membersihkan diri dari pikiran-pikiran atau emosi-emosi yang negatif dengan meditasi atau
teknik-teknik yang cocok bagi anda.
Melakukan check up kesehatan:
Ibarat mobil, tubuh manusia juga memerlukan perhatian dan perawatan yang baik agar setiap
orang bisa terus bekerja dengan baik. Biarpun saat ini anda merasa sehat, pemeriksaan
kesehatan yang dilakukan secara teratur tetap dilakukan. Dengan begitu, jika suatu saat
timbul penyakit, walaupun masih dalam tahap gejala awal, bisa langsung terdeteksi sehingga
penanganannya juga lebih cepat dan mudah. Selain itu, misalnya ada kelemahan-kelemahan
yang tersembunyi di dalam salah satu organ tubuh, juga akan lebih akan lebih cepat
diketahui. Jadi dengan cara itu, anda pun bisa memprediksi kemungkinan penyakit yang akan
timbul.

Iklan

Penyakit jantung koroner memang sangat mematikan.

Di negara-negara berkembang seperti Amerika, Inggris, Singapura, dan Indonesia misalnya, penyakit jantung koroner merupakan salah satu pengancam jiwa manusia yang masih sangat merajalela di samping wabah-wabah lain seperti bencana alam atau flu burung. Baca lebih lanjut

Makanan instan/Siap Saji serupa dengan Kecanduan Narkoba

Benar, …berbagai makanan instan (siap saji) sama kedudukannya dengan kita mengkonsumsi narkoba dan ini menjadi tanggung jawab para pakar. Dan para pakar di bidang ini sudah mewanti-wanti/memperingatkan bahwasannya makanan instan yang berlemak, dan kaya akan minyak bisa menyebabkan ketagihan atau kecanduan yang sama dengan orang kecanduan narkoba, semisal heroin.

Baca lebih lanjut

Kebutuhan Gizi Pengaruhi Kecerdasan Anak

Penelitian membuktikan ada keterkaitan  antara tubuh pendek dan tingkat kecerdasan. Bila awal sudah tidak ada keseimbangan berat dan tinggi  badan, maka akan berpengaruh pada pembentukan otak.   Karena itu, kebutuhan gizi bayi sejak janin sampai usia  lima tahun harus terpenuhi secara baik.  Kepala Seksi Standardisasi, Subdit Gizi Mikro,  Direktorat Gizi pada Ditjen Kesehatan Masyarakat Depkes  dr Atmarita menegaskan hal tersebut di Jakarta, kemarin, di sela-sela Kongres Nasional XII dan temu ilmiah Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi).  Menurut Atmarita, anak yang perkembangannya sangat lambat disebabkan oleh pembentukan otak maupun tubuhnya  tidak baik akibat gizinya buruk. “Berarti hal paling  penting adalah pemenuhan gizi bayi sejak dalam kandung sampai berusia lima tahun, dan bila tidak terpenuhi,    pertumbuhan otak dan tubuhnya tidak bagus. Anak dengan  tubuh pendek, ia mengemukakan, berarti status gizi pada   masa lalunya sudah kronis,” jelas Atmarita.

Baca lebih lanjut

Efek Negatif dari Kurang Tidur

VIVAnews
By Petti Lubis, Lutfi Dwi Puji Astuti – Jumat, 22 Januari

Ketika Anda memiliki kualitas tidur baik, maka segala aktivitas tubuh dan aktivitas kehidupan sehari-hari akan berjalan lancar. Sebaliknya, jika kualitas tidur buruk, berbagai efek negatif muncul.

Inilah dampak buruk yang bisa Anda alami jika waktu tidur Anda kurang dari 7-9 jam/hari, dan bila tidur Anda tidak nyenyak.

1. Hasrat ngemil makanan berlemak meningkat

Kurang tidur bisa melenyapkan hormon yang mengatur nafsu makan. Akibatnya, keinginan  menyantap makanan berlemak dan tinggi karbohidrat akan meningkat. Sehingga menyebabkan Anda menginginkan asupan kalori tinggi. Jika selama 2 malam tidur Anda tidak berkulitas bisa memicu rasa lapar berlebihan. Kondisi ini terjadi karena merangsang hormon ghrelin penambah nafsu makan, dan mengurango hormon leptin sebagai penekan nafsu makan.

Seiring dengan berjalannya waktu, hal ini dapat menyebabkan penambahan berat badan. Dalam penelitian yang dilakukan pada orang kembar identik oleh University of Washington menemukan, mereka tidur 7-9 jam setiap malam, rata-rata indeks massa tubuh 24,8, hampir 2 poin lebih rendah daripada rata-rata Body Mass Index (BMI) mereka yang kurang tidur.

2. Antibodi menjadi lemah

Berdasarkan studi JAMA, mereka yang tidur kurang dari 7 jam per malam bisa 3 kali lebih rentan mengalami rasa dingin. Penelitian lain menemukan, pada pria yang kurang tidur akan mengalami kegagalan untuk menjaga respon imun atau kekebalan tubuh secara normal setelah menerima suntikan flu. Mereka yang kurang tidur, antibodi yang bekerja setelah dilakukan vaksinasi hanya bisa bertahan paling lama 10 hari. Kondisi tersebut sangat berbahaya.

karena itu, perbaiki kualitas tidur, untuk meningkatkan kekebalan tubuh Anda. Jika terlalu sedikit waktu tidur Anda sistem kekebalan tubuh bisa terganggu.

3. Rentan terserang diabetes

Gula adalah bahan bakar setiap sel dalam tubuh Anda. Jika proses pengolahannya terganggu bisa menyebabkan efek buruk. Dalam penelitian yang dilakukan Universitas Chicago, AS, yang meneliti sejumlah orang selama 6 hari, mendapatkan kondisi ini bisa mengembangkan resistansi terhadap insulin, yakni hormon yang membantu mengangkut glukosa dari aliran darah ke dalam sel.

Mereka yang tidur kurang dari 6 jam per malam dalam penelitian 6 hari ini menemukan, terjadi proses metabolisme gula yang tidak semestinya. Akibatnya bisa menyebabkan timbulnya diabetes.

4. Stres meningkat

Studi yang dilakukan Universitas Chicago juga menemukan ‘menutup mata’ kurang dari 7 jam bisa meningkatkan produksi kortisol atau hormon stres. Bahkan pada sore dan malam hari dapat meningkatkan denyut jantung, tekanan darah dan glukosa darah sehingga bisa memicu terjadinya hipertensi, penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

5. Memicu rasa gelisah

Rasa gelisah setiap malam pasti akan terus menghantui mereka yang memiliki kualitas tidur buruk. Reaksi tubuh pun bisa menurun. Yang lebih kronis lagi, perasaaan bahagia tidak akan menghampiri hidup mereka yang kurang tidur. “Tidur dan suasana hati diatur oleh zat kimia otak yang sama,” kata Joyce Walsleben, PhD. Hal ini dapat meningkatkan risiko pengembangan depresi, tapi mungkin hanya bagi mereka yang sudah rentan terhadap penyakit.

6. Tampak lebih tua

Mereka yang kurang tidur biasanya memiliki kulit yang pucat dan wajah lelah. “Lebih buruk lagi, peningkatan kadar kortisol dapat memperlambat produksi kolagen yang memicu terjadinya keriput lebih cepat,” kata Jyotsna Sahni, MD, ahli masalah tidur di Canyon Ranch, Tucson.

7. Berbagai rasa sakit bisa timbul

Tidaklah mengherankan, sakit kronis seperti masalah punggung atau arthritis bisa saja terjadi bila Anda melakukan aktivitas tidur yang buruk. Dalam sebuah studi dari John Hopkins Behavioral Sleep Medicine Program, direktur Michael Smith, PhD, membangunkan orang dewasa muda yang sehat selama 20 menit setiap jam selama 8 jam selama 3 hari berturut-turut. Hasilnya, mereka memiliki toleransi sakit yang lebih rendah, dan mudah mengalami nyeri.

8. Risiko kanker lebih tinggi

Olahraga membantu mencegah kanker, tetapi terlalu sedikit memejamkan mata dapat merusak efek pelindungnya. Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health studi meneliti hampir 6.000 wanita selama sekitar satu dekade dan menemukan bahwa penggemar olahraga yang tidur 7 jam atau lebih sedikit per malam memiliki kesempatan lebih besar 50% mengidap kanker daripada mereka yang rutin melakukan senam dan memiliki kualitas tidur yang baik.

Pasalnya, kualitas tidur yang buruk dapat menyebabkan gangguan metabolisme hormonal dan dikaitkan dengan risiko kanker, dan bisa ‘menghapus’ manfaat latihan.

Bahayanya Komputer Bagi Anak-Anak

Ketika anak-anak kecil mulai pergi dan bermain di Taman Kanank-Kanak (TK) atau Kelompok Bermain (KB), mulailah perasaan cemas sang ibu terhadap kesehatan putera-puterinya yang disebabkan oleh tempat desain ruangan untuk menaruh komputer dan aksesorisnya tidak bagus, dimana meja tempat menempatkan komputer posisinya tinggi sehingga memaksa para siswa untuk duduk.dengan posisi yang tidak benar ketika menulis dilembaran terbuka, ditambah lagi mereka banyak berinteraksi dengan layar monitor komputer. Dan pertanyaannya sekarang adalah, “Apakah anak-anak ini mengalami pusing (sakit kepala), dan nyeri-nyeri karena banyaknya kesalahan dari aspek kesehatan dan keselamatan kerja karena seringnya berinteraksi dengan monitor dan kerena kesungguhan mereka itu?”

Kecemasan terhadap keselamatan anaknya ini tidak hanya dialami oleh sang ibu (yang awam itu), bahkan ini sendiri adalah pengalaman yang ada dalam Ilmu Keselamatan Kesehatan (Studi tentang Pekerja dan pekerjaan yang mereka hadapi, dan Rekayasa Peralatan dengan menyakiti Pekerja untuk Mengurangi Jumlah Tenaga Kerja dan Mengoptimalkan Hasil Pekerjaan). Dan ini diketahui secara baik selama percobaan, tensi neuron (syaraf otak), dan masalah-masalah yang muncul dari tulang dan otot yang banyak menimpa pekerja semenjak mereka memasuki ruangan peralatan komputer selama bekerja. Dan inilah kecemasan yang juga terjadi pada para siswa (anak-anak). Dan masalah ini terus mengemuka untuk diteliti dan didiskusikan, apalagi bila terjadi pada anak-anak -dimana struktur tulang mereka masih dalam taraf perkembangan- sedikit atau banyak akan mengalami hal-hal yang dialami oleh orang dewasa di atas.

Penelitian medikal ini mulai dilakukan pada penetapan adanya gejala pusing-pusing, nyeri-nyeri yang mulai dirasakan oleh anak-anak di leher, bahu, punggung, kedua tangan, dan pergelangan tangan karena duduk di depan komputer dengan posisi yang tidak benar, baik di rumah atau pun di sekolah.

Kecuali Charl dan yang lainnya. Ia -dalam ilmu Keselamatan Kesehatan- berpendapat bahwa waktu sekarang ini sudah tepat untuk memberikan pelajaran kebiasaan yang benar kepada anak dalam beraktivitas, khususnya anak-anak yang banyak menggunakan komputer pada tarap pendidikan awal di usia dan waktu-waktu mereka yang begitu lama dalam sehari yang berinteraksi dengan berbagai peralatan; antara bermain dan kewajiban belajar dan mengrim e-mail kepada kawan melalui internet.

Sebagian hasil penelitian menyebutkan bahwa anak-anak yang masih dalam taraf persiapan pendidikan menghabiskan 9% waktunya di depan komputer dibandingkan anak-anak SMU yang menghabiskan 19% dalam sehari. Dr.Jefrey Kants Pakar Persendian Tulang dan Dosen di Harvard Boston mengatakan “Anak kecil pada berbagai level usianya sejak awal masa perkembangannya mulai menggunakan dengan komputer, padahal pengetahuan tentang teknik penggunaan komputer dan kapan ia istirahat”. Dan beberapa peneliti di Univ. Corneil di Kota Itsaka di New York melakukan penelitian sejak 2 tahun yang lalu pada Sekolah Dasar dan Sekolah Persiapan (biasanya 6 bulan, sebuah strata sebelum memasuki perguruan tinggi -pent) pada 11 sekolahan yang berbeda-beda. Diperoleh hasil bahwa tempat yang dikhususkan untuk meletakkan komputer telah membuat “kegoncangan” pada siswa-siswa ketika duduk dengan duduk yang tidak benar.

Hal ini menyebabkan naiknya persentase jumlah mereka yang mengalami pusing-pusing atau nyeri-nyeri pada tulang. Dan penelitian ini menunjukan 40% dari semua siswa meningkat persentase “kesakitannya” dari rasa sakit yang dialaminya begitu besar. Pada penelitian percontohan, Enger Williams, Pakar Ilmu Keselamatan dan Kesehatan dan Asisten Profesor di Univ. Rotester, melakukan penelitian terhadap sejumlah siswa SD dan Persiapan di Kota New York bagian utara dimana pertanyaan yang diajukan kepada mereka adalah, “Apakah mereka mengalami salah satu gejala pusing-pusing, atau nyeri-nyeri pada ulang, persendian yang disebabkan oleh duduk di depan komputer, baik di rumah atau pun di sekolah?” Maka hasil penelitian itu menunjukkan bahwa 47% responden merasakan nyeri/sakit pada pergelangan tangan, 44% nyeri pada leher, 43% merasakan sakit pada mata, 41% merasa sakit pada kedua tangan (telapan).

Demikialha sebagaimana sudah dijelaskan di dalam laporan penelitian Dr. Williams (laporan penelitian ini belum sempat dipublikasikan secara luas), dimana responden (siswa-siswa) yang mengikuti latihan olah raga selama lebih dari 3 jam dalam sepekan akan sedikit mengalami pusing, nyeri, atau sakit karena penggunaan komputer dalam kegiatan mereka keseharian. Dan Dr. Williams memperoleh kesimpulan bahwa memanjakan badan kita jauh lebih utama daripada kemungkinan adanya pengaruh negatif atau melakukan usaha preventif jika dibandingkan dengan problem kesehatan yang dihadapi karena penggunaan komputer. ( 29-09-2003 )

100 Penyebab Utama Nyeri Punggung Adalah Perilaku Yang Salah

Lebih dari 100 penyebab terjadinya nyeri atau sakit punggung (bagian atas), maupun pinggang (bagian bawah), akan tetapi faktor yang paling banyak menyebabkannya adalah perilaku yang salah dalam kaitannya dengan punggung.

Dr. Hasan Basyuni, Dosen Ilmu Rematik dan jurusan kedokteran Univ. Al-Azhar Mesir, dalam sebuah penelitian ilmiahnya tentang sejumlah perilaku yang salah dalam kehidupan sehari-hari yang menyebabkan sakit atau nyeri punggung, adalah semacam memikul beban berat dengan cara yang salah, terlalu keras atau berat dalam berolah raga, duduk lama, perilaku duduk di dalam mobil, menghindari lemak secara berlebihan, semuanya ini merupakan penyebab terjadinya nyeri pada pinggang.

Nyeri ini adalah terkadang terjadi bersamaan dengan penyakit lain yang lebih berbahaya dan lebih kronis semisal nyeri pada punggung saat bangun tidur. penyakit ini disebut rematik yang menimpah tulang punggung.

Dr Basyuni mengatakan bahwa penyakit rematik nyeri pada tulang punggung yang banyak menimpa orang lanjut usia merupakan salah satu jenis gejala kanker prostat .

Hal ini disebabkan karena tidak adanya penanganan dimana penyakit ini menimpa sel-sel kanker disepanjang tulang punggung maka terjadilah “rasa nyeri yang sangat” pada punggung bagian bawah (pinggang).

Sekitar 50 % orang terkena rematik atau nyeri tulang atau syaraf pada punggung. Akan tetapi 85 %-nya mengenai tulang rawan yang menyebabkan nyeri pinggang. Hal ini tidaklah membutuhkan operasi pembedahan. Demikian juga pusing dan nyeri punggung bisa saja berupa rasa sakit yang tersendiri seperti cemas dan khawatir.

Melihat begitu pentingnya untuk melakukan pengobatan serius, baik melalui gelombang magnetik, latihan-latihan bisanay, ataupun yang lainnya, maka tidaklah cukup hanya mengandalkan model penyembuhan ini. Apalagi jika penderita membutuhkan pembedahan pada punggungnya. Sebab banyak dari keadaan rematik yang dialami orang-orang pada tulang rawannya tidak menyebabkan satu nyeri pun.

Dr. Basyuni mengatakan bahwa nyeri punggung bagian bawah (pinggang) tidak memiliki tahapan tahunan tertentu, walaupun mayoritas penderita yang datang ke dokter rata-rata berusia antara 20 – 40 tahun. Oleh karena itu, kerasnya penyakit ini walaupun dirasakan oleh orang yang berusia muda tidak ada hubungannya dengan salah satu jenis dari jenis-jenis rematik tersebut.

Adapun nyeri-nyeri yang dirasakan pada pinggang selepas berjalan dan dirasakan juga pada dua tulang duduk, sebagian besarnya terjadi karena sempitnya jaringan tulang duduk. Hal ini bisa disebabkan oleh faktor genetik maupun karena terkilirnya tulang rawan di dalam jaringan tulang duduk. Maka, biasanya seseorang akan merasa lebih ringan nyerinya ketika sedang berdiri.

Dan mengenai cara pengobatan nyeri tulang, Dr. Basyuni mengatakan banyak cara pengobatan yang bagus dan bervariasi antara obat-obatan penghilang dis-fungsi organ dan obat penenang dalam berbagai bentuknya, seperti pil kapsul, sampai jenis obat alami berupa latihan-latihan tertentu bagi penderita. Dr. Basyuni menjelaskan bahwa mayoritas pengobatan tersebut hanya bisa mengurangi rasa nyerinya saja, maka ketika latihan-latihan tersebut mengenai otot-otot pinggang, maka rasa nyeri itu pun kambuh kembali.

Sumber: Majalah Al-Mujtama’ No. 1466