Anak Usia 1 Tahun: Susah Makan

Ibu-ibu biasanya mencemaskan keadaan anak-anaknya ketika usianya mendekati genap satu tahun. Sebab ia sering mendengar keluh-kesah, anak pada usia demikian sangat banyak makan, bahkan sebaliknya (susah makan) itulah yang sebenarnya.

Seorang ibu selalu mengeluhkan: Anakku tidakmau makan, … Anakku tidak menghabiskan minuman botolnya, … anakku menolak makan makanan yang keras atau yang lainnya yang menggambarkan kesedihan atau kekhawatiran seorang ibu.

Maka, apa sebab rendah atau hilangnya keinginan makan anakku ? Kebanyakan ibu-ibu membawa anaknya ke dokter untuk berkonsultasi karena tidak ada pertambahan berat badan anaknya, dan rendahnya keinginan untuk makan, akan tetapi ia merasa gembira setelah berat badan anaknya bertambah setengah kilo gram. Ada sejumlah sebab munculnya permasalahan ini, diantaranya adalah sebagai berikut:

Perbedaan kebutuhan anak akan kadar. Ada yang minum satu botol susu langsung habis, sebagian lagi mencukupkan diri dengan hanya meminum separuhnya. Yang terpenting dalam masalah ini adalah berapa penambahan berat badan setiap bulannya ? Dan bukannya berapa banyak ia minum susu !!!

Penambahan berat badan adalah mulai dari 1 kg setiap bulan pada 3 bulan pertama kemudian menurun pertambahannya (kurang dari 1 kg per bulan) lagi dan terus menurun sampai sekitar 300 – 350 gram dalam bulan-bulan terakhir sebelum usianya genap 1 tahun. Walaupun sebelumnya penambahan berat badannya 1 kg setiap bulan, tentulah ia menjadi 12 kg pada usia 1 tahun, dan 24 kg pada usia 2 tahun. Dan demikianlah perkembangan anak, sebab kegemukan bukan merupakan tanda ia sehat apabila ia susah dalam bergerak, dan kurusnya juga bukan menunjukkan ia sedang sakit apabila ia banyak bergerak.

Mayoritas anak, indera perasanya sudah berkembang pada usia 7 atau 8 bulan. Maka, terkadang ia menolak minum susu atau kurang suka sehingga meminum sedikit saja. Pada keadaan tersebut, memungkinkan kita memberikan makanan suplemen padanya, seperti susu yang dimasak dengan bubur dan makanan lainnya. Penambahan gula pada makanan anak terkadang bisa menambah nafsu makan anak. Maka, jika ia susah memakan makanan tertentu, cobalah untuk merubah menu dengan menambahkan gula.

Janganlah engkau menunjukkan kecemasan atau “kemarahan” di depan anak anda ketika ia tidak mau makan. Sebab, sikap anda yang demikian akan menjadikan ia PD (percaya diri) dan senang untuk tidak makan, maka gunakan “trik-trik” yang menyenangkannya dan bervariasi ketika menyuapinya.

Ketika sang anak menolak makan sayuran, maka berilah ia buah-buahan. Jika ia menolak makan daging, maka berilah ia ayam atau ikan atau telur. Yang terpenting dalam masalah ini adalah “jangan sampai engkau memberikan makanan tertentu saja kepada anakmu sehingga menjadikania jenuh atau bosan, serta jangan engkau paksa ia makan makanan tertentu.” Jika engkau melakukan hal ini, maka makan baginya adalah sesuatu yang menyedihkan, penuhd engan tangis dan pemaksaan serta penolakan”. Maka, janganlah engkau jadikan waktu makan sebagai “wahana perang antara engkau dengan anakmu” sebab yang pertama kali akan merugi adalah engkau sendiri.

Terakhir, janganlah engkau membiasakan waktu makannya dijadikan sebagai waktu untuk bermain atau bersandiwara, dimana anggota keluargamu juga ikut di dalamnya dengan nyanyian, tepuk tangan, dan seterusnya untuk menyuruh sang anak makan. Sebab, hal-hal ini baginya, ketika makan atau tidak mau makan, merupakan “sebab mau makan”. Maka, jangan memaksakan satu makanan, kecuali jika ia memang berminat dengan makanan tersebut.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.